
Selampung.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya sistem cuaca berskala besar yang terbentuk di wilayah perairan selatan Lampung. Sistem tersebut merupakan perkembangan dari gangguan atmosfer yang sebelumnya terdeteksi sebagai bibit siklon dan kini telah mengalami penguatan.
BMKG menjelaskan, gangguan cuaca ini mulai terpantau sejak pertengahan Desember 2025 dan terus berkembang hingga mencapai intensitas siklon tropis. Berdasarkan pemantauan terakhir, pusat sistem berada di Samudra Hindia, tepatnya di bagian selatan wilayah Lampung, dengan jarak sekitar ribuan kilometer dari daratan terdekat.
Pergerakan sistem cuaca tersebut terpantau mengarah ke barat dengan kecepatan sedang dan menjauh dari wilayah Indonesia. Meski demikian, keberadaannya tetap berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah, khususnya di sekitar Lampung dan sepanjang pesisir barat Pulau Jawa.
BMKG mencatat, dampak tidak langsung dari sistem ini dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Rabu pagi, 24 Desember 2025.

Wilayah perairan yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, termasuk kawasan Samudra Hindia di sebelah barat dan selatan Pulau Jawa.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Jabodetabek. Hujan diprakirakan terjadi pada pagi hari dan berpotensi meluas ke Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, serta Tangerang Selatan dalam beberapa jam ke depan.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah Lampung dan sekitarnya, diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem serta selalu memantau informasi resmi dari BMKG.