
Selampung.ID – Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten menurunkan prajurit untuk membantu meredam konflik antara gajah liar dan warga di Kabupaten Lampung Timur, sembari menunggu realisasi pembangunan pagar pembatas di sepanjang perbatasan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan panjang sekitar 60 hingga 70 kilometer.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa penugasan prajurit di kawasan TNWK merupakan bagian dari tugas perbantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan resmi yang diterima di Bandarlampung, Senin.
Ia menyebutkan, personel yang diterjunkan berasal dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu. Kehadiran prajurit tersebut bertujuan membantu masyarakat dalam menghalau gajah liar sekaligus menjaga stabilitas keamanan di desa-desa penyangga kawasan TNWK.

Menurut Kristomei, langkah ini sangat penting mengingat konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Dampaknya tidak hanya menimbulkan kerusakan pada lahan pertanian dan fasilitas umum, tetapi dalam beberapa kejadian juga menyebabkan korban jiwa.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.
Ia mengatakan, selain pembangunan infrastruktur, kehadiran TNI dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas wilayah serta menekan potensi masuknya gajah liar ke area permukiman warga.
Lebih lanjut, Ela menjelaskan bahwa pembangunan pagar pembatas merupakan solusi jangka panjang agar gajah dapat tetap berada di habitat alaminya, sementara masyarakat desa penyangga dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menyiapkan langkah terpadu, salah satunya melalui pembangunan pagar pembatas permanen sepanjang 60 hingga 70 kilometer di batas kawasan TNWK. Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dan kini telah memasuki tahap survei.
Pembangunan pagar akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, keselamatan satwa, serta efektivitas perlindungan bagi warga, dengan dukungan dan keterlibatan langsung personel TNI di lapangan.