
Pemerintah Provinsi Lampung memastikan peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan akan mulai direalisasikan pada 2026 melalui skema pinjaman daerah senilai Rp1 triliun. Program tersebut mencakup 17 ruas jalan dengan total panjang penanganan mencapai 98,45 kilometer yang tersebar di 11 kabupaten/kota.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa seluruh ruas yang masuk dalam program merupakan jalur strategis yang berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan penguatan ketahanan pangan.
“Total ada 17 ruas dalam 18 paket pekerjaan. Jika seluruh tahapan administrasi berjalan lancar, pekerjaan fisik ditargetkan mulai sekitar Maret 2026,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar ruas yang diperbaiki merupakan akses vital penghubung antarwilayah serta jalur distribusi logistik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ruas di wilayah Rawapitu, Kabupaten Tulang Bawang, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas jalan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Lampung.
“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas ekonomi masyarakat tentu akan semakin terdorong,”.