
Menjelang Lebaran atau saat membutuhkan uang dalam nominal kecil, sebagian masyarakat biasanya mulai mencari mesin ATM yang menyediakan pecahan Rp10.000 atau Rp20.000. Pecahan ini kerap digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari transaksi harian hingga dibagikan sebagai THR kepada anak-anak.
Sayangnya, mesin ATM dengan pecahan kecil tidak terlalu banyak ditemukan. Sebagian besar ATM di Indonesia umumnya mengeluarkan uang dengan nominal Rp50.000 dan Rp100.000. Hal ini membuat ATM dengan pecahan Rp10.000 atau Rp20.000 menjadi cukup terbatas dan hanya tersedia di beberapa titik tertentu.
Di Provinsi Lampung sendiri, salah satu lokasi yang sering disebut menyediakan pecahan kecil berada di kawasan kampus. Area ini dinilai memiliki aktivitas transaksi tunai yang cukup tinggi, terutama dari kalangan mahasiswa.
Salah satu titik yang kerap dicari masyarakat berada di kawasan Universitas Lampung (Unila) di Bandar Lampung, tepatnya di Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1. Di area tersebut terdapat mesin ATM dari beberapa bank, seperti BNI dan Bank Mandiri, yang terkadang menyediakan pecahan Rp20.000 dan pada waktu tertentu juga Rp10.000.
Penempatan ATM dengan pecahan kecil di lingkungan kampus bukan tanpa alasan. Mahasiswa biasanya membutuhkan uang tunai dengan nominal kecil untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti membeli makanan, membayar transportasi, hingga keperluan akademik lainnya. Karena itu, kawasan pendidikan sering menjadi lokasi yang diprioritaskan untuk ATM jenis ini.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa ketersediaan pecahan kecil di ATM tidak selalu tetap. Jenis uang yang keluar dari mesin ATM sangat bergantung pada proses pengisian kas yang dilakukan oleh pihak bank. Dalam beberapa kasus, ATM yang sebelumnya menyediakan pecahan kecil bisa saja berubah menjadi pecahan Rp50.000 atau Rp100.000 setelah dilakukan pengisian ulang.

Penempatan ATM dengan pecahan kecil di lingkungan kampus bukan tanpa alasan. Mahasiswa biasanya membutuhkan uang tunai dengan nominal kecil untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti membeli makanan, membayar transportasi, hingga keperluan akademik lainnya. Oleh karena itu, kawasan pendidikan sering menjadi lokasi yang diprioritaskan untuk ATM jenis ini.
Jika tidak menemukan ATM dengan pecahan kecil, masyarakat juga dapat menyiapkan alternatif lain, seperti menukar uang langsung di bank atau memanfaatkan layanan penukaran uang yang biasanya disediakan menjelang hari raya.
Meski jumlahnya terbatas, ATM di kawasan Universitas Lampung hingga kini masih sering menjadi rujukan warga yang membutuhkan uang pecahan kecil di wilayah Bandar Lampung.