
Selampung.id, Bandarlampung – Menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah, pengelola Jalan Tol Trans Sumatera memastikan berbagai layanan telah disiapkan secara optimal demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan para pemudik.
PT Hakaaston (HKA), anak usaha dari PT Hutama Karya, mengelola operasional sejumlah ruas penting di Jalan Tol Trans Sumatera. Beberapa ruas yang berada dalam pengelolaan HKA antara lain Bakauheni–Terbanggi Besar, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Palembang–Indralaya, Pekanbaru–Dumai, serta Medan–Binjai.
Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan kondisi jalan tol dan layanan operasional tetap optimal selama periode mudik.
Menurutnya, kesiapan tersebut meliputi penguatan layanan operasional, pemeliharaan infrastruktur jalan, hingga penempatan personel di berbagai titik strategis yang diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan.
“Seluruh layanan di ruas tol yang kami kelola disiagakan selama 24 jam. Tujuannya agar para pengguna jalan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar selama masa mudik dan arus balik Lebaran,” ujarnya.
Sebagai bagian dari persiapan, manajemen HKA juga telah menggelar apel siaga mudik di berbagai ruas tol. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, armada patroli, hingga peralatan pendukung di lapangan agar tetap memenuhi standar pelayanan minimum saat volume kendaraan meningkat.
Diperkirakan, jaringan Jalan Tol Trans Sumatera akan mengalami peningkatan trafik yang cukup signifikan pada musim mudik tahun ini. Berdasarkan proyeksi dari PT Hutama Karya, volume kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan meningkat sekitar 47,67 persen dibandingkan kondisi normal. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang melintas di jaringan tol tersebut diprediksi mencapai sekitar 7,85 juta unit.
Di wilayah Sumatera Bagian Utara, ruas Medan–Binjai dipastikan dalam kondisi prima untuk menyambut lonjakan pemudik. Pengawasan terhadap marka jalan serta rambu-rambu keselamatan terus dilakukan agar perjalanan masyarakat di kawasan Medan dan sekitarnya tetap lancar.
Sebanyak 102 personel layanan jalan tol juga disiagakan selama 24 jam. Mereka terdiri dari tim patroli, armada derek, hingga unit reaksi cepat yang siap membantu pengguna jalan kapan pun dibutuhkan.
Sementara itu di Sumatera Bagian Tengah, jalur strategis Pekanbaru–XIII Koto Kampar juga dipastikan siap sepenuhnya. Ruas ini menjadi penghubung penting antara Provinsi Riau dan Sumatera Barat.
Perbaikan fisik di ruas tersebut bahkan telah rampung 100 persen, sehingga infrastruktur pendukungnya dinilai siap menghadapi lonjakan kendaraan antarprovinsi. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, sebanyak 233 personel juga dikerahkan dalam formasi siaga selama 24 jam.

Di gerbang utama Pulau Sumatera, yakni ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, pengelola tol juga telah merampungkan berbagai pekerjaan pemeliharaan jalan. Seluruh marka serta rambu keselamatan dipastikan berfungsi dengan baik guna menjamin keamanan perjalanan para pemudik yang datang dari arah Pelabuhan Bakauheni.
Sebagai koridor vital yang menjadi pintu masuk utama ke Pulau Sumatera, ruas ini mendapat perhatian khusus. Pengelola tol juga telah menyiapkan skema manajemen lalu lintas guna mencegah potensi penumpukan kendaraan di sejumlah titik krusial.
Selain itu, beberapa rest area seperti KM 20B, KM 33B, KM 49B, KM 67B, dan KM 87B juga dimaksimalkan sebagai area penyangga atau buffer zone. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus menjaga ritme perjalanan tetap lancar menuju gerbang keluar tol.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan perjalanan mudik masyarakat di Pulau Sumatera tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib.