
Selampung.ID – Provinsi Lampung kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia. Pada momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Lampung berhasil masuk dalam 10 besar provinsi tujuan wisata nasional berdasarkan data Kementerian Pariwisata.
Dalam daftar tersebut, Lampung menempati peringkat ke-10 dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2,35 juta orang, berada tepat di bawah Nusa Tenggara Timur yang menempati posisi ke-9.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menyebut bahwa destinasi wisata pantai masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik yang berkunjung ke Bumi Ruwa Jurai.
“Untuk destinasi wisata, memang masih pantai yang menjadi tujuan utama di Lampung. Ini yang paling banyak diminati wisatawan domestik,” ujar Bobby, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah pusat menargetkan sebanyak 19,5 juta wisatawan domestik berkunjung ke Provinsi Lampung. Meski target tersebut terbilang tinggi, Bobby optimistis Lampung mampu melampauinya, sebagaimana capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, perbedaan target antara pemerintah pusat dan daerah kerap terjadi. Dalam dokumen perencanaan daerah, Lampung menargetkan sekitar 9,5 juta kunjungan, namun realisasi di lapangan kerap melampaui angka tersebut.
“Contohnya di tahun 2024, target daerah hanya 7,5 juta wisatawan, tapi realisasinya mencapai 17,9 juta. Untuk tahun 2025, dari Januari hingga Oktober saja sudah tercatat 20,5 juta kunjungan. Jadi kami sangat optimistis,” jelasnya.
Capaian ini menunjukkan sektor pariwisata Lampung terus tumbuh dan semakin diminati, terutama wisata bahari yang tersebar di berbagai wilayah pesisir. Pemerintah daerah pun terus mendorong pengembangan destinasi dan peningkatan pelayanan demi memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
Sebagai informasi, berikut daftar 10 provinsi tujuan wisata favorit masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru:
- Jawa Tengah – 20,23 juta
- Jawa Timur – 16,83 juta
- Jawa Barat – 16,61 juta
- Yogyakarta – 9,38 juta
- Sulawesi Selatan – 7,96 juta
- Sumatera Utara – 5,56 juta
- DKI Jakarta – 5,26 juta
- Bali – 4,31 juta
- Nusa Tenggara Timur – 2,5 juta
- Lampung – 2,35 juta