Selampung.ID – Harapan Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan hasil manis harus kandas di tangan PSBS Biak. Dalam laga pekan ke-17 yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Senin (12/1/2026), tim berjuluk “The Guardians” tersebut dipaksa menyerah dengan skor telak 4-1 oleh tuan rumah.

Meskipun Bhayangkara FC sempat mencoba mengambil inisiatif serangan di awal laga, PSBS Biak yang dijuluki Laskar Badai Pasifik tampil jauh lebih klinis. Badai gol dimulai pada menit ke-25 lewat tembakan spektakuler bek Sandro Embalo yang gagal dihalau kiper Aqil Savik.
Petaka bagi Bhayangkara berlanjut di sisa babak pertama. Hanya dalam rentang waktu singkat, gawang mereka kembali dibobol berturut-turut oleh Mohcine Hassan (37′), Ruyery Blanco (45′), dan ditutup oleh gol Luquinhas pada masa injury time (45+8′). Skor 4-0 di babak pertama menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Paul Munster.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC berusaha bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Namun, rapatnya barisan pertahanan PSBS Biak membuat setiap peluang yang diciptakan Dendy Sulistyawan dkk selalu menemui jalan buntu.
Gol hiburan bagi tim tamu baru tercipta di penghujung laga, tepatnya pada menit ke-88 melalui sundulan bomber gaek Ilija Spasojevic setelah memanfaatkan assist dari Lautaro Belleggia. Sayangnya, gol tersebut tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini membuat Bhayangkara Presisi Lampung FC tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan raihan 22 poin. Sementara itu, kemenangan besar ini menjadi modal berharga bagi PSBS Biak untuk menjauh dari zona bawah, meski saat ini mereka masih berada di posisi ke-15 dengan total 16 poin.

“Ini adalah hasil yang menyakitkan bagi kami. Kami kehilangan fokus sepenuhnya di babak pertama dan sulit untuk mengejar setelah tertinggal empat gol,” ujar salah satu ofisial tim Bhayangkara FC usai laga.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen Bhayangkara FC sebelum memasuki putaran kedua liga musim ini, terutama dalam membenahi koordinasi lini belakang yang tampak rapuh di bawah tekanan serangan balik cepat.