
Selampung.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru SD di Lampung Utara meluapkan amarahnya viral di media sosial. Guru tersebut memprotes paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima murid-muridnya karena kondisinya dinilai sudah tidak layak konsumsi.
Guru bernama Ida Yuliana, yang mengajar di SD Negeri 3 Sinar Sari, Kabupaten Lampung Utara, terlihat menunjukkan langsung isi paket makanan yang menurutnya sudah basi, mulai dari tempe hingga buah anggur.
Dalam video itu, Ida terdengar emosi saat mempertanyakan tanggung jawab pihak penyedia makanan.
“Nah hari ini, apa tanggapan kamu orang ngasih tempe-tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang, ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan, apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ini penghinaan buat kami,” ucapnya.
Ida menyebut, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi di sekolahnya. Ia mengaku sudah beberapa kali menerima paket makanan dengan kondisi serupa dan mempertanyakan pengawasan dari dapur MBG yang menyiapkan makanan tersebut.
“Udah kebiasaan, kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Ini anggur makanan hewan. Makan sama kamu orang. Makanya cari pekerja yang bener-bener profesional. Kalau nggak bisa kerja, ganti pekerja. Jangan masukin barang busuk kayak gini. Ini bukan makanan manusia,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ida juga menyampaikan akan membawa persoalan ini sampai ke pemerintah pusat. Ia menilai anggaran MBG berasal dari negara sehingga harus benar-benar dipertanggungjawabkan.
“Dana ini dari pemerintah, dari Pak Presiden Prabowo. Ini saya lanjutin sampai ke beliau. Jangan dikira saya nggak bisa sampai sama dia,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal dapur MBG yang disebut sempat tidak beroperasi selama beberapa minggu dengan alasan anggaran belum turun dari pusat.
“Tiga minggu kemarin mereka nggak beroperasi, katanya dana dari pusat belum turun. Bener atau nggak, tolong dikonfirmasi sampai ke Pak Presiden,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari membenarkan adanya laporan dugaan keracunan di sekolah tersebut. Total ada 11 siswa SDN 3 Sinar Sari yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari paket MBG.
“Pagi tadi Polres Lampung Utara menerima laporan dugaan keracunan yang dialami siswa-siswi SDN 3 Sinar Sari. Total ada 11 siswa,” kata Yuni.
Ia menjelaskan, para siswa mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga muntah, dengan kondisi wajah yang terlihat pucat.
“Alhamdulillah setelah mendapat perawatan di rumah sakit, semua siswa sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.