
Selampung.ID – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus infeksi virus Nipah di wilayah Indonesia. Meski demikian, langkah kewaspadaan tetap diperkuat melalui peningkatan pengawasan dan upaya deteksi dini di tengah masyarakat.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang umumnya ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar dan babi. Pada kondisi tertentu, virus ini dapat menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi, terutama pada kasus dengan gejala berat.
“Hingga saat ini, Indonesia belum mencatat adanya kasus terkonfirmasi virus Nipah. Namun, kami tetap melakukan langkah antisipatif mengingat karakteristik penularannya yang berasal dari hewan,” ujar Aji kepada media, Kamis (28/1/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa sampai sekarang belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah. Oleh karena itu, pemerintah memfokuskan upaya pencegahan melalui pengawasan ketat terhadap pergerakan orang, barang, dan alat transportasi yang masuk ke Indonesia, khususnya dari wilayah yang melaporkan kasus virus tersebut.
Sebagai bagian dari pengendalian risiko, setiap pelaku perjalanan internasional diwajibkan melaporkan kondisi kesehatannya melalui aplikasi All Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menjaring individu yang mengalami gejala tertentu dan memiliki riwayat perjalanan dari negara terdampak, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan secara cepat.
Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan skrining awal terhadap pasien yang menunjukkan gejala mengarah ke infeksi virus Nipah. Pemeriksaan juga difokuskan pada individu yang dalam 14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan dari India atau memiliki kontak dengan hewan berisiko, termasuk konsumsi produk hewani yang berpotensi terkontaminasi.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah upaya perlindungan diri, antara lain menghindari konsumsi buah yang diduga telah terkontaminasi gigitan kelelawar, membersihkan dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta memastikan daging dimasak hingga matang. Masyarakat juga diminta tidak mengonsumsi nira atau aren mentah, menghindari kontak langsung dengan hewan sakit, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup bersih dan sehat.
Bagi masyarakat yang bepergian ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan setempat. Apabila setelah kembali ke Indonesia muncul gejala seperti demam, gangguan pernapasan, muntah, atau penurunan kesadaran dalam kurun waktu hingga 14 hari, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.