
Kabar membanggakan datang dari kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera). Di tengah ketatnya persaingan teknologi maritim tingkat nasional, sekelompok mahasiswa muda asal Lampung berhasil menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga mampu bersaing di panggung besar.
Tim Saibatin Itera lewat Tim Azura yang berkolaborasi dengan Unit Robotika Itera sukses meraih Juara 3 kategori Fun Race Autonomous Surface Vehicle (ASV) pada ajang Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang. Prestasi ini bukan sekadar piala, tapi bukti nyata kemampuan mahasiswa Itera dalam mengembangkan kapal tanpa awak berteknologi otonom yang canggih dan kompetitif.
Di balik capaian tersebut, ada proses panjang penuh uji coba, diskusi, hingga perbaikan demi perbaikan. Kapal ASV yang mereka kembangkan dirancang agar stabil, responsif, dan adaptif di berbagai kondisi lintasan. Kapal ini mampu bermanuver cepat dengan tingkat akurasi tinggi, berkat dukungan integrasi sensor otonom yang membuat navigasi berjalan efisien. Pada kategori Fun Race yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan, inovasi teknis inilah yang menjadi kekuatan utama Tim Azura.
Tim ini beranggotakan mahasiswa lintas program studi, yakni Armando Andika Putra Silaban, Yoelsin Ajupa Sitohang, Shalfa Fauza Alfidru (Teknik Material), Muhammad Zaky (Rekayasa Minyak dan Gas), serta M. Ashraf Kautsar (Rekayasa Instrumentasi dan Automasi). Perpaduan keahlian mereka membuat desain kapal semakin matang—mulai dari pemilihan material, penguatan sistem sensor, hingga pengujian performa secara menyeluruh.
Prestasi ini juga mempertegas kiprah Komunitas Saibatin Itera yang sejak berdiri pada 2023 konsisten menelurkan inovasi di bidang kemaritiman. Sebelumnya, mereka juga pernah meraih Juara 1 Prototype Kapal LBERC dan Juara 1 Fun Race ESC pada 2023. Deretan prestasi itu menjadi fondasi kuat yang membawa mereka terus berkembang hingga mampu bersaing di KKI 2025.

Pembina Komunitas Saibatin Itera, Dr. Muhammad Fatikul Arif, S.T., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Itera memiliki kompetensi dan kesiapan untuk bersaing dalam teknologi kapal tanpa awak di tingkat nasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai pusat inovasi teknologi maritim.
Lebih dari sekadar kemenangan, capaian Tim Azura menjadi suntikan semangat bagi mahasiswa lain—bahwa ide, riset, dan kerja keras dari kampus di Lampung pun bisa menembus panggung nasional. Dari tangan-tangan muda ini, harapan akan kemajuan teknologi maritim Indonesia terus melaju, setangguh kapal tanpa awak yang mereka ciptakan.